Melihat indahnya mentawai sambil menyelam di laut yang bersih
Liburan ke Mentawai menjadi salah satu perjalanan yang sejak lama ingin aku lakukan. Aku ingin melihat langsung keindahan kepulauan yang terkenal dengan lautnya yang jernih, pulau-pulau kecilnya, dan kehidupan bawah lautnya. Karena aku juga suka scuba diving, aku memutuskan bahwa perjalanan ini bukan hanya untuk menikmati pantai, tetapi juga untuk menyelam dan melihat dunia bawah laut Mentawai dari dekat.
Perjalanan dimulai dari Padang. Pagi-pagi sekali aku sudah bersiap membawa tas, pakaian, perlengkapan pribadi, dan tentu saja perlengkapan scuba diving yang sudah diperiksa satu per satu. Setelah semua barang siap, aku menuju pelabuhan untuk naik kapal menuju Kepulauan Mentawai. Perjalanan dengan kapal terasa cukup panjang, tetapi justru menjadi bagian yang menyenangkan. Dari atas kapal aku bisa melihat laut yang luas dan perlahan meninggalkan daratan Sumatra.
Semakin jauh kapal berjalan, pemandangan di sekeliling berubah. Laut terlihat semakin luas dan pulau-pulau kecil mulai muncul di kejauhan. Angin laut terasa cukup kuat, tetapi suasananya tenang. Aku menghabiskan sebagian perjalanan dengan duduk di luar kapal sambil menikmati pemandangan. Sesekali aku mengambil foto laut dan pulau yang kami lewati.
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya kami sampai di salah satu wilayah Kepulauan Mentawai. Begitu turun dari kapal, suasananya terasa sangat berbeda dari kota. Udara lebih tenang, lingkungan lebih alami, dan suara ombak terdengar jelas. Aku langsung merasa bahwa perjalanan panjang tadi terbayar begitu melihat pemandangan di sekitar.
Setelah beristirahat dan menyimpan barang, kegiatan pertama yang paling kutunggu adalah scuba diving. Sebelum turun ke laut, instruktur melakukan briefing terlebih dahulu. Kami membicarakan kondisi laut, kedalaman penyelaman, jalur yang akan dilewati, serta prosedur keselamatan. Aku memeriksa kembali masker, regulator, BCD, tabung udara, fins, dan perlengkapan lainnya untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
Ketika akhirnya waktunya masuk ke laut, rasa gugup dan antusias bercampur menjadi satu. Aku mengenakan perlengkapan scuba, kemudian perlahan masuk ke air. Begitu wajahku berada di bawah permukaan, suara dunia di atas laut seakan menghilang dan digantikan oleh suara napasku sendiri melalui regulator.
Aku mulai turun perlahan.
Semakin dalam, cahaya matahari dari permukaan terlihat semakin jauh. Air yang jernih membuat jarak pandang cukup luas sehingga aku bisa melihat terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang di sekeliling. Beberapa ikan kecil bergerak dalam kelompok, sementara ikan lainnya berenang sendiri di antara karang.
Aku berusaha tidak terlalu banyak bergerak agar tidak menghabiskan udara dengan cepat. Setiap kali melihat sesuatu yang menarik, aku memberi tanda kepada buddy-ku. Kami berenang bersama sambil menjaga jarak dan memperhatikan kondisi masing-masing.
Di bawah laut, aku menemukan banyak hal yang tidak bisa terlihat dari permukaan. Ada karang dengan berbagai bentuk, ikan kecil yang bersembunyi di celah-celah karang, dan beberapa bagian dasar laut yang terlihat seperti taman bawah air. Sesekali aku berhenti untuk mengamati kehidupan laut tanpa menyentuhnya.
Salah satu momen yang paling kuingat adalah ketika sekelompok ikan berenang melewati kami. Mereka bergerak bersama dengan cepat, kemudian berbelok hampir bersamaan dan menghilang di balik karang. Aku hanya bisa diam beberapa detik karena pemandangannya begitu indah.
Setelah cukup lama berada di bawah air, kami mulai naik secara perlahan sesuai prosedur. Ketika akhirnya kepalaku kembali muncul di permukaan, aku langsung menarik napas panjang. Rasanya lega, tetapi sekaligus ingin kembali menyelam karena masih banyak bagian laut yang belum sempat kulihat.
Setelah selesai menyelam, aku beristirahat di tepi pantai. Matahari mulai terasa hangat dan pakaian masih sedikit basah. Sambil menikmati minuman, aku melihat laut yang baru saja menjadi tempat penyelamanku. Dari permukaan, laut terlihat tenang seperti tidak menyimpan dunia yang begitu luas di bawahnya.
Hari berikutnya aku kembali melakukan penyelaman. Kali ini rasanya lebih santai karena tubuh sudah menyesuaikan diri dengan kondisi laut. Aku semakin menikmati prosesnya, mulai dari persiapan peralatan, masuk ke air, turun perlahan, sampai menjelajahi dasar laut bersama buddy.
Selain scuba diving, aku juga menghabiskan waktu menjelajahi lingkungan sekitar Mentawai. Aku berjalan di sekitar pantai, menikmati pemandangan pulau, mencoba makanan lokal, dan berbincang dengan masyarakat setempat. Suasananya jauh lebih tenang dibandingkan kehidupan sehari-hari di kota.
Sore harinya, aku duduk di tepi pantai sambil melihat matahari mulai tenggelam. Langit perlahan berubah warna dan permukaan laut memantulkan cahaya jingga. Setelah beberapa hari berada di Mentawai, rasanya waktu berjalan terlalu cepat.
Hari terakhir akhirnya tiba. Aku kembali memeriksa barang-barang dan memastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal. Peralatan diving dibersihkan dan dikemas kembali. Sebelum meninggalkan Mentawai, aku menyempatkan diri berjalan sebentar di pantai dan mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan.
Ketika kapal mulai meninggalkan pulau, aku kembali melihat Mentawai dari kejauhan. Ada sedikit rasa sedih karena perjalanan sudah selesai, tetapi aku juga merasa puas. Perjalanan ini bukan hanya tentang pergi ke tempat yang indah, tetapi juga tentang pengalaman melihat kehidupan bawah laut secara langsung, belajar lebih berhati-hati ketika berada di laut, dan menikmati beberapa hari jauh dari rutinitas.
Aku tahu suatu hari nanti aku ingin kembali ke Mentawai. Masih ada banyak tempat yang belum sempat dijelajahi dan masih banyak bagian laut yang belum kulihat. Mungkin pada perjalanan berikutnya aku akan membawa kamera bawah air, melakukan penyelaman di lokasi yang berbeda, dan kembali merasakan momen ketika aku turun ke laut, mengatur napas melalui regulator, lalu perlahan memasuki dunia biru yang selama ini hanya bisa kulihat melalui foto.
Galeri Foto